The Boy



Aku tengah asyik menimang-nimang karya Sara Poole, Poison, tiba-tiba seorang bocah lima tahun berteriak, merengek ''bapak, bapak belikan buku ini, yang ini yang ini'' tak tanggung-tanggung sambil menunjukkan tiga buku bacaan yg disukainya. Si Bapak tersenyum penuh arti. Seisi ruangan heran dengan aksi onar si Bocah.
Aku ikut tersenyum. Anak langka! Di tengah anak seumurannya yg merengek mintak mainan, ia ingin buku. Ia harus dikalungkan medali. Prestasi agung tak terbilang.

Di tengah kekacauan ulah si bocah, aku terlempar ke masa lalu. Belasan tahun silam, seorang bocah kelas 4 SD pencuri buku perpustakaan. Kriminal mulus tak tercium selama setahun lamanya, ah karena para guru yang teledor saja.
Bukan dicuri sebenarnya, tidak dikembalikan. Si bocah bengal tak mengembalikan karena ia senang membaca ulang buku-buku itu.

Hari na'as tiba. Si bocah jatuh sakit, malaria yang tak bisa ditawar-tawar. Para guru datang menjenguk. Si bocah tengah tertidur lemas, puluhan buku curiannya berserakan di sampingnya. Seorang guru berwajah kusam menggoyang-goyangkan kakinya.
''buurghh..'' Poison karya Sara Poole jatuh ke lantai. Pelayan toko menatapku tajam. Kulihat bocah tadi berada di kasir bersama bapaknya.

Kawan, akulah bocah pencuri buku itu.
Top of Form


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matar de Toros