Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

kisah terbengkalai

Gambar
Catatan untuk sahabatku: seiring waktu berjalan, hidup memaksa kita memerankan ceritanya. Tak selalu bersama seperti masa dulu ketika satu bantal bersama sepiring nasi berdua tak akan hapuskan kisah-kisah kita. Dulu, kita sering membuat berbagai macam deskripsi gila tentang kopi dan rokok. Dua hal yg telah menjadi teman sekaligus saksi malam-malam panjang yg berujung tiba-tiba siang --kadang sore. Patutlah ustad dan dokter tak pernah mau berkawan dengan kita, janganlah kau heran. 'merokok membahayakan kesehatan' kata dokter, hanya kata yg masuk kuping kanan keluar kuping kiri saja bagi kita. Merokok dilar ang ustad juga sama, aih tidakkah kau curiga batuk khotib Jum'at kita hasil dari 2.2 MG nikotin? Sudahlah. Aku yakin seyakin tahun baru jatuh tggl 1 januari, kau tak akan lupa tragedi senam subuh penghilang ngantuk itu, ah omelan bapak diringi wajah ummi tak mau membela saja sudah menghilangkan ngantukku. Tak tersisa. Musim mangga sudah berlalu. Musim yg selalu membuat...

HIERARKI

Gambar
Seperti selalu, masjid Al Amin ramai di hari jumat --saja. Syaf terdepan dipenuhi tokoh agama dan tokoh masyarakat. Syaf tengah diambil alih oleh orang orang yg telah naik kasta. Kasta single ke married. Secara otomatis, syaf belakang dipenuhi remaja dan anak-anak. Berdesak-desakan! ''Tingkat syaf berbanding lurus dengan tingkat keimanan''. Semakin belakang syafnya, semakin lemah imannya. Mau buk ti?? Sesekali ikutlah syaf belakang. Itupun kalau mau seperti berkurban telur puyuh saja! apa rasanya berada di belakang syaf berandal-berandal cilik, yang bukannya khusuk malah sibuk saling injak kaki. Ada yg jalan-jalan di tempat. Ada yg jalan-jalan angkat sarung temannya. Ada yg berdiri mengamini dan diikuti yg lainnya padahal imam belum selesai membaca surah Al Fatihah. Ada yg sahut menyahut batuk. 'batuk estafet' sebutannya. Kalau tidak disambung, celakalah nasib setelah jumat usai. Ada yang duduk, tunggu salam dan ikut --dengan tingkat pura-pura khusuk adiluhu...

Tulah Game

Beberapa minggu terakhir ini aku rajin main game di Facebook, criminal case. Asyik. didukung aku menghayatinya. Memecahkan kasus demi kasus, bermitra dengan detektif handal lainnya, yang teman facebook juga. Maka tak heran melotot di depan laptop seperti Sherlock Holmes sampai mata bengkak tak peduli. Permainan ini membawa tulah. Game dunia maya itu membuat karma di kehidupan nyataku. HPku hila ng. Sehari yang lalu, ia hilang bagai ditelan bumi sewaktu memberi makan si Jokowi dan JK, dua ekor sapiku itu. Kenapa namanya keren begitu? lain kali akan ku ceritakan kawan, panjang ceritanya. Mendapat ilham dari criminal case, aku pulang cari bantuan, mitra, begitu istilah kerennya. Ada tiga pilihan mitra yang siap: papuq, bibi dan adikku. Menghadap papuq tentu saja itu tindakan awal. Senior soalnya. Langsung ia meminta laporan. Laporannya sebagai berikut; TKP: kebun dekat ladang inaq ilok, tepatnya di bawah pohon mangga WAKTU: jam 14.30 WITA, kamis 24 juli 2014. Aku laporkan juga bahwa ak...

Pak Guru Berwajah Kusam

Gambar
Buka buku catatan SD, tidak ada apa-apa selain coretan, yang kalau diminta mengakuinya, akan kubilang punya adikku. Bolak-balik, halaman pertama sampai ahir sama: cakar ayam. Ada tulisan yg dulu kuacuhkan --quote-- karena satu katapun tak kumengerti: you'll never know 'till you've tried. Tiba-tiba matahari bersinar terang!. Mengapa tak kau beritahu aku artinya dari dulu, pak guru berwajah kusam? M urid nakalmu ini pasti bisa. Bukankah itu yg selalu kau bilang? Pak, kau pernah merasakan hujan badai, panas terik, jalan terjal, ganas ombak --kukira dari sanalah asal muasal kulit legammu. Tapi ada satu yg belum: salju. Maka murid nakalmu ini akan merasakannya untukmu. Iya, untukmu! Kau pasti akan menyesal nanti telah menjewerku dulu.