Pak Guru Berwajah Kusam
Buka buku catatan SD, tidak ada apa-apa selain coretan, yang kalau diminta mengakuinya, akan kubilang punya adikku. Bolak-balik, halaman pertama sampai ahir sama: cakar ayam. Ada tulisan yg dulu kuacuhkan --quote-- karena satu katapun tak kumengerti: you'll never know 'till you've tried. Tiba-tiba matahari bersinar terang!.
Mengapa tak kau beritahu aku artinya dari dulu, pak guru berwajah kusam? Murid nakalmu ini pasti bisa. Bukankah itu yg selalu kau bilang? Pak, kau pernah merasakan hujan badai, panas terik, jalan terjal, ganas ombak --kukira dari sanalah asal muasal kulit legammu. Tapi ada satu yg belum: salju. Maka murid nakalmu ini akan merasakannya untukmu. Iya, untukmu! Kau pasti akan menyesal nanti telah menjewerku dulu.
Buka buku catatan SD, tidak ada apa-apa selain coretan, yang kalau diminta mengakuinya, akan kubilang punya adikku. Bolak-balik, halaman pertama sampai ahir sama: cakar ayam. Ada tulisan yg dulu kuacuhkan --quote-- karena satu katapun tak kumengerti: you'll never know 'till you've tried. Tiba-tiba matahari bersinar terang!.
Mengapa tak kau beritahu aku artinya dari dulu, pak guru berwajah kusam? Murid nakalmu ini pasti bisa. Bukankah itu yg selalu kau bilang? Pak, kau pernah merasakan hujan badai, panas terik, jalan terjal, ganas ombak --kukira dari sanalah asal muasal kulit legammu. Tapi ada satu yg belum: salju. Maka murid nakalmu ini akan merasakannya untukmu. Iya, untukmu! Kau pasti akan menyesal nanti telah menjewerku dulu.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar