HIERARKI

Seperti selalu, masjid Al Amin ramai di hari jumat --saja. Syaf terdepan dipenuhi tokoh agama dan tokoh masyarakat. Syaf tengah diambil alih oleh orang orang yg telah naik kasta. Kasta single ke married. Secara otomatis, syaf belakang dipenuhi remaja dan anak-anak. Berdesak-desakan!
''Tingkat syaf berbanding lurus dengan tingkat keimanan''. Semakin belakang syafnya, semakin lemah imannya. Mau bukti??

Sesekali ikutlah syaf belakang. Itupun kalau mau seperti berkurban telur puyuh saja! apa rasanya berada di belakang syaf berandal-berandal cilik, yang bukannya khusuk malah sibuk saling injak kaki. Ada yg jalan-jalan di tempat. Ada yg jalan-jalan angkat sarung temannya. Ada yg berdiri mengamini dan diikuti yg lainnya padahal imam belum selesai membaca surah Al Fatihah. Ada yg sahut menyahut batuk. 'batuk estafet' sebutannya. Kalau tidak disambung, celakalah nasib setelah jumat usai. Ada yang duduk, tunggu salam dan ikut --dengan tingkat pura-pura khusuk adiluhung-- kadang salam kanan saja langsung kabur.

Pemeran utama: Tiga penjahat cilik paling bengal, saling merangkul bahu ala pesepak bola sebelum bertanding. Bukan bersedekap tangan di dada. Ini ikut mazhab Ronaldo dan Messi. Aliran sesat paling populer di kalangan anak-anak.

Setelah salam. Jangan kira kasus tuntas sampai di situ. Yang paling awal turun masjid sembunyikan sandal temannya yang belakangan. Ini kriminal murahan yang gampang mencari tahu pelakunya.

Jika terlihat ada anak-anak yg belum pulang jumatan sampai jam 2, itu bukan karena rajin membaca Al qur'an dulu sebelum pulang. Mereka mencari sandal yg disembunyikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Boy